Unknown
maafkan aku atas kekepoanku, kejuwehanku yang kadang buat kamu kesel
aku hanya ingin nunjukin perhatianku kepadamu
betapa dalamnya cintaku padamu
dan terkadang aku memilih diam agar semua baik baik saja
tapi ketahuilah, hati ku sedang terluka berbalut kecewa

Tolong berhentilah bersikap seperti ini
dingin tanpa ada sedikitpun perhatian untukku
Aku menjalin hubungan dengan mu tidak untuk seperti ini

Semua sikap dan sifat mu membuat aku mengerti betapa tak berartinya diri ini untukmu
Mungkin tidak selamanya mulut dan hatiku sejalan
kadang disaat hatiku sedang menangis ada senyuman untuk menutupinya
Apakah kamu pernah peduli berapa butir air mata yang mengalir di pipiku
itu hanya untuk menahan rasa sakit ini.

Kamu tidak akan pernah tau seberapa besar rasa kecewa yang masih tersimpan di dalam diri ini meski kamu sudah bisa melihat aku tertawa.

hanya lewat tulisan ini aku curahkan isi hatiku
aku curahkan semua butiran air mata yang basahi pipiku
perhatian seperti apalagi yang kamu inginkan
kasih sayang apalagi yang kamu harapkan

aku sadar, sampah akan slalu jadi sampah
yang tak akan pernah berharga
dan tak akan pernah berubah jadi intan permata

aku juga sadar siapa aku, seperti apa aku
aku hanyalah bingkisan noda dalam hidupmu
yang slalu menggaggu hari harimu
setidaknya aku pernah berjuang
meski tak pernah tenilai di matamu

Unknown
Tuhan sampaikanlah butiran rinduku padanya
pada kekasih yang kau titipkan padaku
pada cinta yang kau tanamkan di hati
pada sosok yang kau kirimkan padaku

aku rindu akan senyum rembulan
aku rindu akan cahaya bintang
dan aku rindu pada panasnya mentari
yang menyasat hati

di balik butiran rindu ini
kulukiskan hamparan pasir di pantai ini
ku ceritakan pada jutaan bintang di malam hari
ku basuh rinai hujan yang jatuh ke bumi

seiring derasnya aliran waktu
yang mengalir deras ke urat nadiku
memukul keras detak jantungku
sulit ku bendung naluri itu

hanya sebuah kisah pilu
bagaikan bunga yang telah layu
termakan usungnya waktu
sebuah butiran rindu
khayalan dunia imajinasku

akan kemanakah bulan ini berlari
mengejar mimpi yang setengah hati
atau tertidur lelap di pangkuan mentari

apakah bulan masih setia mengiringi harimu
di antara deburan ombak yang merindukanmu
bahwa disini ada satu hati yang menunggu
satu jiwa yang terbelenggu


miong
Label: 0 komentar | edit post